Kalau kamu berpikir menikah itu hanya tentang menggelar pesta dan mengenakan gaun indah, mungkin kamu perlu mengecek kembali definisi "menikah". Menikah itu lebih mirip dengan merakit IKEA: terlihat mudah, tapi bisa bikin kepala pusing tujuh keliling bila tidak dipersiapkan dengan baik. Jadi, biar tidak jadi pengantin yang gelagapan, yuk kita bahas persiapan nikah yang perlu dilakukan jauh-jauh hari.

Pertama-tama, tentukan tanggal pernikahan. Ini bukan sekadar memilih hari di kalender, tapi seperti memilih tanggal kedaluwarsa untuk kebahagiaanmu. Pilih tanggal yang tidak berdekatan dengan hari libur nasional atau momen penting lainnya, agar tidak ada tamu yang merasa terpaksa datang karena kebetulan tidak ada acara lain. Ingat, kamu ingin mereka datang dengan hati, bukan dengan rasa terpaksa.

Setelah tanggal ditentukan, saatnya merancang anggaran. Sebuah pernikahan tanpa anggaran mirip seperti memesan makanan tanpa melihat menu: bisa-bisa kamu pulang dengan tagihan selangit. Buatlah daftar biaya, mulai dari catering, dekorasi, hingga baju pengantin. Dan ingat, jangan sampai terjebak dengan istilah "kalau bisa lebih, kenapa tidak?". Jangan sampai kamu menghabiskan semua tabungan hanya untuk sebuah perayaan yang berlangsung sehari.

Tak kalah penting, persiapkan mental. Sebelum berani melangkah ke altar, pikirkan betul-betul apakah kamu sudah siap berbagi remote TV, pilih menu sarapan yang sama setiap hari, dan menghadapi drama keluarga yang tak ada habisnya. Berbicara dengan pasangan tentang ekspektasi masing-masing memang penting, agar ketika pernikahan terjadi, tidak ada yang saling menyalahkan saat membahas siapa yang meninggalkan tutup pasta gigi terbuka.

Jadi, jangan anggap remeh proses persiapan nikah. Menghabiskan waktu beberapa bulan untuk merencanakan hari bahagia itu jauh lebih baik dibandingkan berlarian di hari-H mencari orang yang bisa mengembalikan cincin yang jatuh ke dalam kolam. Selamat mempersiapkan, dan semoga kamu tidak kehilangan akal sehat sebelum hari bahagiamu tiba!