Surga itu tidak hanya tentang awan putih dan harp yang melodius; kadang-kadang, surga bisa jadi sekotak nasi goreng di warung sebelah yang murah meriah. Dalam pencarian kebahagiaan yang sering kali kita lakukan, sering kali kita lupa bahwa surga sejati justru ada di dalam diri kita sendiri. Mungkin kita hanya perlu menggali sedikit lebih dalam, seperti saat mencari uang receh di dalam saku celana yang sudah lama tidak dipakai.

Kita semua tentu pernah merasakan momen-momen kecil yang bisa membuat hari kita terasa seolah-olah kita sedang berdiri di gerbang surga. Misalnya, saat kita menemukan satu potong kue lapis di dalam kulkas yang dipikirkan sudah habis, atau ketika kita berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu—itu adalah saat-saat di mana hati kita berdesir bahagia. Namun, pertanyaannya adalah, kenapa kita sering lebih memilih untuk mencari kebahagiaan di tempat lain? Mungkin karena kita terlalu terpengaruh dengan iklan yang mengatakan bahwa kebahagiaan itu ada di ujung diskon besar-besaran.

Berbicara tentang surga di dalam diri, mari kita bahas beberapa cara untuk menemukannya:

Jadi, jika kamu merasa kesulitan menemukan surga dalam hidup, ingatlah bahwa kadang-kadang, yang kita butuhkan hanyalah mengubah perspektif sedikit. Mungkin saatnya untuk mengganti playlist kesedihan di telinga dengan lagu-lagu ceria yang bisa bikin kita menari di tengah dapur. Karena, pada akhirnya, surga tidak selalu terletak di awan, tetapi bisa jadi ia bersembunyi di balik tumpukan cucian yang belum terurus.