‹ kembali ke daftar#23 / 26
MONEY 30/SEP/2026

Ekonomi Stablecoin: Bisnis "bank bayangan" yang Nyetak Duit dari Duit Lo Nganggur

Tether dan Circle meraup miliaran dari bunga surat utang AS yang dijamin USD lo sendiri. Ini mekanisme, angka, dan insiden nyatanya.

Bayangin lo titip uang Rp 15 juta ke sebuah perusahaan, terus perusahaan itu bilang "tenang, ini aman". Tapi diam-diam mereka pakai uang lo buat beli surat utang pemerintah AS yang bunganya lagi 5% setahun, dan mereka kantongi sendiri bunganya. Lo nggak dapat apa-apa. Lo malah bayar biaya transaksi kalau mau ambil.

Selamat datang di ekonomi stablecoin. Dan sebelum lo ketawa sinis, tahu nggak kalau Tether — penerbit USDT — dilaporkan meraup lebih dari USD 5,2 miliar profit hanya di paruh pertama 2024. Bukan dari trading, bukan dari judi leverage. Hanya dari naro duit orang di aset "bebas risiko". Gue nggak bisa diam soal ini.

apa sih stablecoin itu, singkat

Stablecoin itu token crypto yang harganya dipatok ke aset lain — hampir selalu USD, 1 token = 1 dolar. Ada beberapa model: ada yang dijamin penuh dengan aset riil (USDT, USDC), ada yang pakai crypto berlebih sebagai jaminan (DAI), ada juga yang "algoritmik" dan biasanya berakhir tragis (kenang-kenang UST, 2022).

USDT dari Tether dan USDC dari Circle itu model yang paling gede: lo setor dolar, mereka kasih token, dan mereka janji token lo bisa ditukar balik jadi dolar kapan saja — istilahnya redemption. Sederhana, kan?

Yang bikin menarik: dolar lo nggak cuma didiemin di brankas. Mereka investasikan.

siapa untung, siapa rugi

Yang untung: penerbitnya. Tether dan Circle itu, secara fungsi, mirip bank tanpa izin bank. Mereka pegang dana miliaran dolar milik nasabah, tapi mereka nggak wajib ngebayar bunga ke lo, pemegang stablecoin. Jadi kalau Fed naikin suku bunga, pendapatan mereka melonjak — dan itu nggak diteruskan ke pemegang USDT/USDC.

Saking gedenya, Tether tercatat sebagai salah satu pembeli surat utang (T-bills) terbesar di dunia — lebih besar dari banyak negara. Bukan bank, bukan perusahaan finansial raksasa, tapi penerbit token crypto. Reserves mereka mayoritas US Treasury. Kalau suku bunga acuan 5%, tiap USD 100 miliar reserve menghasilkan sekitar USD 5 miliar setahun, cuma-cuma.

Yang rugi: pengguna yang nggak dapat bunga, dan — ini yang lebih halus — publik, karena lembaga seperti Tether jadi pemegang utang pemerintah yang nggak diatur kayak bank. Kalau terjadi run (semua orang narik bareng-bareng), siapa yang jamin?

Ada istilah yang kebetulan: shadow bank alias bank bayangan. Ini bukan konspirasi; Tether sendiri udah berkali-kali dipanggil soal ini. Perusahaan yang menjalankan fungsi seperti bank (terima simpanan, investasi jangka panjang) tapi tanpa jaring pengaman bank: tanpa asuransi deposito, tanpa akses lender of last resort dari bank sentral.

angka-angkanya, biar nggak abstrak

Biar kelihatan nyata, ini beberapa angka kunci yang gue kumpulin:

Perhatikan pola untungnya: semakin tinggi suku bunga Fed, semakin besar cuannya, dan semakin kecil uang yang perlu mereka putar. Artinya model bisnis ini bukan soal teknologi atau inovasi — ini murni spread antara bunga yang mereka dapat dan bunga yang mereka bayar ke lo (nol). Ekonom menyebut ini net interest margin, hal yang sama yang bikin bank konvensional kaya. Bedanya, bank konvensional diawasi ketat, diwajibkan punya rasio modal, dan wajib bayar asuransi deposito. Penerbit stablecoin, sampai GENIUS Act, sebagian besar nggak.

mekanisme peg dan redemption — dan kenapa bisa goyang

Peg itu sederhana: penerbit janji bisa mencairkan token jadi USD, jadi harga nggak turun di bawah 1 dolar. Tapi janji ini rapuh karena dua hal:

  1. Aset reserve-nya nggak selalu likuid secepat itu. Kalau reserve-nya surat utang, ya lumayan cair. Tapi kalau banyak di commercial paper, obligasi, atau — yikes — aset berisiko, ada jeda.
  2. Kepercayaan. Peg itu cuma keyakinan. Begitu keyakinan goyah, semua orang narik bareng, dan itulah momen stres.

Contoh paling legendaris: Maret 2023. Circle ternyata naro sekitar USD 3,3 miliar dana reserve USDC di Silicon Valley Bank. SVB kolaps pada 10 Maret 2023. Akhir pekan itu USDC sempat jatuh ke sekitar USD 0,87 — jauh dari 1 dolar. Baru setelah regulator AS (FDIC) menjamin semua deposan SVB, USDC balik ke peg-nya. Bayangin lo pemegang USDC, duduk nunggu Senin, nggak tahu duit lo bisa dicairkan apa nggak.

USDT juga pernah goyang: pada Oktober 2018 sempat menyentuh sekitar USD 0,85 sebentar. Momen-momen begini nunjukin bahwa "stabil" itu status yang harus dipertahankan tiap hari, bukan sifat bawaan.

transparansi, audit, dan sejarah denda

Nah bagian paling risih. Beda antara audit (pemeriksaan penuh oleh akuntan independen dengan standar) dan attestation (pernyataan terbatas soal posisi aset pada satu titik waktu) itu gede. Tether bertahun-tahun pakai attestation, bukan audit penuh. Circle lebih tertib dan publik, apalagi setelah jadi perusahaan terbuka.

Rekam jejak hukum dua-duanya jadi pelajaran:

Artinya, "didukung penuh" itu dulu seringnya soal retorika. Sejak 2021-2023, Tether pelan-pelan ngurangin commercial paper dan pindah ke T-bill, supaya ceritanya lebih rapi.

kenapa sekarang ada aturan baru

Selama bertahun-tahun, stablecoin hidup di celah. Itu berubah pada 18 Juli 2025, ketika AS mengesahkan GENIUS Act — Undang-undang pertama yang mengatur penerbitan "payment stablecoin". Intinya: penerbit harus punya aset reserve berkualitas tinggi, terpisah dari aset perusahaan, dan ada pengawasan federal. Sebagian bilang ini melegitimasi industri. Sebagian lagi bilang ini justru bikin stablecoin makin kayak bank, tanpa jadi bank.

Di sisi lain, Circle (penerbit USDC) sudah melantai di bursa NYSE (ticker CRCL) pada Juni 2025. Jadi kita bisa lihat angka-angkanya di laporan keuangan publik: pendapatan utamanya ya dari bunga reserve. Model bisnisnya kelewat transparan kalau udah jadi emiten.

dampak ke orang biasa

Kalau lo tinggal di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang lemah, stablecoin itu penyelamat nyata: dolar instan tanpa bank, kirim uang lintas negara dalam menit. Ini kegunaan asli, bukan cuma spekulasi.

Tapi sadar tiga hal:

opini gue

Gue nggak anti stablecoin — alat ini legit buat pengiriman dana dan penyimpan nilai di negara yang goyang. Yang gue nggak suka itu framing-nya. Industri ini selama bertahun-tahun menjual "stabil dan aman" sambil diam-diam mengambil seluruh sisi manis dari uang lo dan menyerahkan seluruh sisi risikonya ke lo.

Stablecoin 2025-2026 itu bank bayangan versi baru: lebih rapi, lebih transparan dari dulu, diatur lebih rapi lewat GENIUS Act, tapi secara ekonomi tetap mesin yang sama — dolar publik diputar untuk profit privat. Kalau lo lagi pakai stablecoin, pakailah dengan mata terbuka: tahu siapa yang untung dari diamnya uang lo, dan tahu apa yang terjadi kalau kepercayaan goyah. Sisanya, itu urusan selera.


Sumber

BACA JUGA