‹ kembali ke daftar#1 / 26
TECH 30/SEP/2026

MacBook Pro Baru Kabarnya Bakal OLED Plus Layar Sentuh, Rumor yang Kali Ini Kedengarannya Serius

Laporan 9to5Mac bilang MacBook Pro berikutnya bakal pakai layar OLED dan bisa disentuh. Masih rumor, tapi kali ini kedengarannya masuk akal.

Layar sentuh di Mac: debat yang gak pernah selesai

Kalau ada satu topik di dunia Apple yang paling sering bikin orang berantem di kolom komentar, itu adalah layar sentuh di Mac. Selama belasan tahun jawaban resmi Apple cuma satu: nggak. Mac itu buat kerja pakai keyboard dan trackpad, titik. Saking melekatnya, argumen ini jadi semacam warisan ideologis dari era Steve Jobs, yang pernah bilang layar sentuh vertikal di laptop itu melelahkan buat lengan.

Nah, rumor yang satu ini bikin argumen lama itu terasa goyah lagi.

Jadi ceritanya begini: ada laporan dari 9to5Mac, salah satu situs berita teknologi yang cukup rajin bongkar bocoran soal Apple, yang bilang perusahaan itu lagi nyiapin perombakan besar buat MacBook Pro. Kabarnya model anyar ini bisa meluncur sekitar Oktober, dan ada juga nama yang mulai diembus-embuskan di kalangan pengamat: "MacBook Ultra". Gue mau tegasin dari awal — semua ini masih rumor. Belum ada konfirmasi resmi apa pun dari Apple, dan Apple sendiri punya kebiasaan nggak pernah komentar soal produk yang belum dirilis.

Yang bikin rumor ini menarik adalah isinya. Menurut laporan itu, MacBook Pro generasi berikutnya bakal membawa beberapa perubahan yang sudah lama diminta pengguna: layar OLED, dukungan layar sentuh, dan desain kamera yang dirombak. Ketiganya bukan perubahan kecil. Ini semacam paket "akhirnya juga".

Ilustrasi MacBook Pro dengan layar OLED (foto: Apple Inc./dpa via The Star)
Ilustrasi MacBook Pro dengan layar OLED (foto: Apple Inc./dpa via The Star)

Apa saja yang dikabarkan berubah

Oke, kita bedah satu-satu, sambil terus diingat bahwa ini semua rumor.

Pertama, layar OLED. Ini yang menurut gue paling berdampak. Selama ini MacBook Pro pakai panel mini-LED, yang memang sudah bagus — kontras tinggi, HDR-nya kencang. Tapi OLED itu beda level. Karena tiap piksel bisa menyala dan mati sendiri, hitamnya benar-benar hitam, bukan hitam "hampir". Kontrasnya jadi praktis tak terbatas, dan warna bisa lebih pekat. Beberapa analisis juga menyebut OLED berpotensi lebih hemat daya buat jenis penggunaan tertentu, meski ini sangat tergantung konten yang ditampilkan. Yang jelas, Apple sudah lebih dulu memakai OLED di iPhone dan iPad Pro, jadi secara teknologi mereka bukan pemain baru. Justru pertanyaannya: kenapa MacBook baru sekarang?

Kedua, layar sentuh. Ini dia si kontroversial. Kalau rumor ini benar, artinya macOS bakal mulai mengakomodasi input sentuh secara resmi. Tapi — dan ini bagian yang penting — laporan tersebut menyebut macOS tetap dirancang utama buat keyboard dan trackpad. Jadi jangan bayangkan Mac berubah total jadi tablet raksasa. Lebih tepatnya: sentuh jadi opsi tambahan, bukan pengganti. Buat gue pribadi, ini pendekatan yang lebih masuk akal dibanding memaksa semua orang ngutak-atik layar buat kerja sehari-hari.

Ketiga, kamera dan notch. Ini yang gak kalah seru. Sejak redesign MacBook Pro 2021, ada notch (bagian layar yang "digigit") di tengah atas buat kamera. Banyak orang mengeluh, sebagian terbiasa, sebagian masih ngomel tiap hari. Kabarnya Apple sedang mempertimbangkan kamera dengan lubang (hole-punch) yang lebih kecil, mungkin dipasangkan dengan antarmuka bergaya Dynamic Island di macOS. Maksudnya jelas: menghilangkan notch yang selama ini jadi bahan cibiran.

Semua perubahan ini disebut bakal hadir bareng gelombang pembaruan hardware dan software Apple di musim gugur. Sekali lagi: ini rangkuman dari laporan, bukan pengumuman resmi.

Kenapa ini penting banget

Ada beberapa alasan kenapa rumor ini layak diperhatikan, bukan sekadar bahan gosip gadget.

Pertama, soal lompatan panel. Layar adalah bagian yang paling sering kita pandang — literally. Buat pekerja kreatif, editor foto, desainer, atau siapa pun yang ngabisin delapan jam di depan layar, perbaikan kualitas panel itu bukan gimmick. Hitam yang benar-benar hitam dan kontras tinggi bikin kerja warna jadi lebih enak dan lebih akurat. Kalau OLED benar-benar masuk ke MacBook Pro, itu upgrade yang bakal terasa tiap hari, bukan cuma di lembar spesifikasi.

Kedua, soal filosofi. Selama ini Apple konsisten nolak layar sentuh di Mac, sementara kompetitor sudah lama menawarkannya. Windows laptop punya touchscreen sejak era Windows 8, dan sebagian berfungsi baik. Samsung dan produsen lain bahkan bikin laptop yang layarnya bisa dilipat jadi tablet. Apple selalu bilang pendekatan itu bukan pengalaman yang bagus. Tapi lambat laun, garis antara iPad dan Mac makin kabur. iPad Pro pakai chip kelas laptop, macOS dan iPadOS makin mirip di beberapa sudut, dan banyak aplikasi iPad sekarang bisa jalan di Mac. Di titik itu, mempertahankan prinsip "nggak boleh sentuh" jadi makin sulit dibela.

Ketiga, soal sinyal ke arah industri. Kalau Apple benar-benar mengadopsi OLED dan sentuh sekaligus, itu bisa jadi pertanda besar berikutnya soal ke mana laptop kelas premium akan pergi. Pemasok panel OLED kelas laptop — yang kabarnya sudah disiapkan pemain besar di Korea — bakal kebanjiran orderan. Dan kompetitor mau gak mau ikut menyesuaikan.

Dampaknya ke kita sebagai pengguna

Sekarang bagian yang sering dilewatkan orang: apa sih konsekuensinya buat kita yang cuma mau beli laptop?

Pertama, harga. Ini risiko terbesar. OLED itu mahal. Mini-LED juga mahal, tapi OLED di ukuran panel laptop besar masih termasuk baru dan relatif premium. Kalau fitur ini masuk, sangat wajar kalau harga MacBook Pro naik lagi. Bagi sebagian orang itu deal breaker; bagi yang lain, "harga senilai kualitas layar" bisa jadi alasan yang sah.

Kedua, kekhawatiran burn-in. Ini isu klasik OLED. Layar OLED bisa mengalami burn-in kalau menampilkan elemen statis dalam waktu lama — dan MacBook itu justru penuh elemen statis: menubar, dock, ikon di layar. Apple tentu sudah paham soal ini dan biasanya punya mitigasi lewat software, tapi tetap saja ini kekhawatiran yang wajar buat perangkat mahal yang lo pakai bertahun-tahun.

Ketiga, soal layar sentuh: buat siapa? Kalau lo tipe yang kerja cuma ketik dan geser kursor, sentuh mungkin cuma jadi fitur yang jarang dipakai, tapi setidaknya gak ganggu. Tapi buat yang suka ngedit langsung di layar, coret-coret catatan, atau numbuhin aplikasi iPad, sentuh bisa jadi pembeda besar. Ini fitur yang makin lama makin sering "ditoleransi" keberadaannya.

Keempat, soal lineup. Apple punya struktur produk yang kalau ditambah nama baru bisa jadi rumit. MacBook Air, MacBook Pro, dan sekarang kabarnya "MacBook Ultra"? Kalau benar, konsumen bisa bingung milih. Tapi kalau nama itu cuma label sementara di media, ya gak masalah. Kita lihat saja nanti.

Opini gue: excited, tapi tetap santai

Jujur, buat gue, yang paling bikin ngiler dari rumor ini bukan layar sentuhnya, tapi OLED-nya. Sentuh itu bonus yang mungkin sesekali kepakai. OLED itu upgrade yang lo rasain tiap hari, tiap kali buka layar, tiap kali nonton film, tiap kali ngedit foto. Itu perubahan mendasar.

Tapi gue juga gak mau ikut arus hype yang berlebihan. Ini masih rumor hasil pembacaan laporan pihak ketiga, bukan pengumuman Apple. Sudah sering kita disuguhi bocoran yang akhirnya meleset, dan sudah sering juga kita kecewa karena sesuatu yang "pasti" ternyata batal. Jadi gue memilih sikap yang waras: excited, tapi santai. Kalau benar, bagus — gue bakal antre. Kalau cuma rumor, ya gak apa-apa, MacBook sekarang masih sanggup kerja.

Yang paling gue harapkan, kalau perubahan ini benar-benar datang, Apple gak cuma nambah fitur lalu nempel harga selangit tanpa memperbaiki hal-hal yang bikin kesel. Baterai yang jujur, keyboard yang awet, layar yang gak bikin mata cepat lelah, dan harga yang setidaknya masuk akal buat kantong orang yang bukan korporat. Itu yang bikin sebuah laptop layak dibeli, terlepas dari seberapa canggih panelnya.

Jadi, rumor ini gue simpan di kantong belakang. Bukan buat dijadikan janji, cuma buat dijadiin alasan mulai nabung pelan-pelan.


Sumber: The Star — "Apple's redesigned MacBook Pro may bring OLED and touchscreen" (dpa), https://www.thestar.com.my/tech/tech-news/2026/09/30/apple039s-redesigned-macbook-pro-may-bring-oled-and-touchscreen , diakses 30 September 2026. Foto: Apple Inc./dpa via The Star.

BACA JUGA