‹ kembali ke daftar#14 / 64
MONEY 30/SEP/2026

Harga Pangan Jepang Meroket Lagi, Lebih dari 3.000 Item Naik Oktober Ini

Lebih dari 3.000 produk makanan dan minuman di Jepang naik harga bulan depan, dipicu mahalnya bahan baku dan biaya logistik yang tak kunjung turun.
Ilustrasi harga pangan di Jepang (kredit: japantoday.com)
Ilustrasi harga pangan di Jepang (kredit: japantoday.com)

Belanja bulanan di Jepang bakal makin bikin dompet kering. Bulan depan, ribuan produk makanan dan minuman siap-siap naik harga. Kalau lo tinggal di sana, lagi kuliah, atau cuma mimpi liburan ke Jepang, kabar ini penting banget buat dicatat.

Ribuan Item Naik Serentak

Menurut survei Teikoku Databank, ada 3.153 item makanan dan minuman dari produsen besar Jepang yang dijadwalkan naik harga pada Oktober. Ini bukan kenaikan kecil-kecilan yang cuma kena satu-dua merek. Ini gelombang yang nyapu hampir semua rak supermarket.

Angkanya makin masuk akal kalau lo lihat bulan sebelumnya. Pada September saja, sudah ada 4.965 item yang harganya dinaikkan. Artinya, September dan Oktober jadi dua bulan berturut-turut yang isinya "gelombang" kenaikan harga. Istilahnya di media Jepang: double wave.

Yang bikin makin pusing, total item yang sudah naik atau dijadwalkan naik sepanjang 2026 sudah menembus 20.187. Jumlah itu melewati angka 20.000 untuk tahun kedua berturut-turut. Jadi kalau lo merasa belanja makin berat dibanding tahun lalu, itu bukan perasaan lo doang. Datanya memang begitu.

Minuman dan Bumbu Jadi Biang Keroknya

Kalau dipecah per kategori, yang paling banyak kena naik adalah minuman beralkohol dan minuman lain-lain, dengan 1.399 item. Disusul bumbu masak 820 item, lalu makanan olahan 668 item. Tiga kategori ini saja sudah menyumbang mayoritas dari total kenaikan.

Menariknya, ada faktor kebijakan di balik kenaikan minuman. Produsen bir dan minuman mirip bir menaikkan harga sebagai respons terhadap kenaikan pajak minuman beralkohol yang berlaku Oktober. Jadi bukan cuma soal biaya produksi, tapi juga aturan pajak yang berubah.

Buat lo yang suka jajan di luar, ini juga bakal terasa. Jaringan izakaya Torikizoku, yang terkenal dengan menu murahnya, menaikkan harga sejumlah item andalannya dari 390 yen jadi 410 yen. Kelihatannya cuma 20 yen, tapi kalau lo ngumpul bareng teman dan pesan banyak, tetap kerasa di struk.

Bukan Cuma Makanan

Efeknya nggak berhenti di dapur. Operator Tokyo Disney Resort, Oriental Land, menaikkan harga tiket masuk maksimum satu hari mulai Oktober. Dan yang paling nyakitin: sepuluh perusahaan listrik besar Jepang kompak menaikkan tarif listrik rumah tangga untuk pemakaian bulan Oktober.

Buat rumah tangga biasa, kenaikan tagihan listrik itu bisa sampai sekitar 1.578 yen. Angka ini disebut-sebut sebagai rekor tertinggi. Supplier gas kota besar juga ikut menaikkan tarif. Jadi, makan naik, hiburan naik, listrik naik, gas naik. Satu paket lengkap.

Kenapa Semua Naik Barengan?

Penyebab utamanya klasik: mahalnya bahan baku dan biaya logistik. Harga gandum, minyak, kemasan, sampai ongkos kirim terus naik, sementara nilai yen yang lemah bikin impor makin mahal. Produsen sebenarnya menahan harga sejak lama, tapi ada titik di mana mereka nggak bisa lagi menelan biayanya sendiri.

Kenaikan pajak minuman beralkohol menambah tekanan khusus di kategori minuman. Ditambah biaya energi yang naik, rantai produksi sampai distribusi jadi makin mahal dari hulu ke hilir.

Pola seperti ini sudah berlangsung beberapa tahun di Jepang. Bedanya, kali ini jumlah item yang naik dalam satu bulan cukup besar, dan timing-nya pas musim gugur ketika orang mulai belanja lebih banyak.

Harga Naik, Tapi Gaji Nggak Ikut Naik

Yang paling bikin frustrasi, kenaikan harga ini datang di saat upah nggak bergerak secepat itu. Buat banyak rumah tangga, artinya pilihan makin sempit: harus pintar-pintar mengatur prioritas belanja, atau mengurangi porsi pengeluaran lain seperti hiburan dan liburan.

Bandingkan saja dengan beberapa tahun lalu. Satu keranjang belanja yang dulu bisa ditutup dengan 5.000 yen, sekarang butuh lebih banyak uang untuk isi yang sama. Ini yang bikin inflasi pangan terasa lebih menyakitkan dibanding inflasi barang lain. Orang tetap harus makan, jadi nggak bisa sekadar "nggak beli".

Pedagang kecil juga kena imbasnya. Warung dan restoran yang jualannya berbasis bahan mentah jadi serba salah: kalau harga tidak dinaikkan, margin habis; kalau dinaikkan, pembeli bisa kabur. Banyak yang akhirnya memilih mengurangi porsi diam-diam atau mengganti bahan dengan alternatif yang lebih murah.

Apa Artinya buat Kantong Lo

Kalau lo sedang merencanakan tinggal atau traveling ke Jepang, siapkan anggaran makan yang lebih longgar. Kenaikan 10 yen sampai 50 yen per item memang terdengar sepele, tapi kalau dijumlahkan sebulan, bisa jadi puluhan ribu yen buat keluarga.

Beberapa langkah praktis: mulai rajin bandingin harga antar-supermarket, manfaatkan diskon malam di toko, dan pertimbangkan beli bahan mentah ketimbang makanan olahan yang paling banyak kena naik. Buat penggemar bir atau chuhai, ini momen buat kurangi jajan minuman kemasan.

Yang jelas, melihat tren 2026 yang sudah menembus 20.187 item, kenaikan ini kemungkinan nggak berhenti di Oktober. Kalau lo punya rencana finansial, lebih baik asumsikan harga pangan akan terus naik pelan-pelan, bukan turun. Dengan begitu, lo nggak kaget waktu struk belanja makin panjang tapi kantong makin tipis.

BACA JUGA