‹ kembali ke daftar#16 / 62
NEWS 30/SEP/2026

SpaceX Starship Berhasil Mengorbit Bumi untuk Pertama Kali

SpaceX meluncurkan kapal antariksa Starship tanpa awak dari Texas dan berhasil mengorbit Bumi untuk pertama kali, meski satu mesin mati saat pendakian.

SpaceX Starship Akhirnya Sampai Orbit

SpaceX akhirnya berhasil menerbangkan Starship sampai ke orbit. Menurut laporan NHK World, perusahaan yang dipimpin Elon Musk itu meluncurkan kapal antariksa besar ini tanpa awak, dan ini menjadi percobaan penerbangan orbital pertama mereka.

Kabar ini bukan sekadar soal satu roket yang terbang tinggi. Buat gue, ini titik di mana ambisi SpaceX untuk mengantar manusia kembali ke Bulan mulai kelihatan bentuknya. Tapi tentu saja, jalan ke sana masih panjang dan jauh dari mulus.

Peluncuran kapal antariksa Starship milik SpaceX (kredit: nhk.or.jp)
Peluncuran kapal antariksa Starship milik SpaceX (kredit: nhk.or.jp)

Starship sendiri diluncurkan dari sebuah landasan di negara bagian Texas, Amerika Serikat, pada hari Senin. Menurut laporan itu, ini menjadi percobaan pertama SpaceX untuk mencapai orbit.

Ukurannya Bikin Takjub

Satu hal yang langsung bikin orang ngangkat alis: ukurannya. Laporan NHK World menyebut kapal antariksa ini tingginya sekitar 120 meter, sudah termasuk roket pendorong alias booster yang besar.

Angka itu bukan main-main. Bayangin lo berdiri di sebelah benda setinggi gedung puluhan lantai yang dinyalakan dan dilepas ke langit. Nggak heran kalau setiap peluncuran Starship selalu jadi tontonan, bukan cuma buat penggemar antariksa, tapi juga buat orang awam yang kebetulan lihat siarannya.

Buat gue, ukuran yang sebesar itu justru jadi tantangan tersendiri. Semakin besar kendaraannya, semakin banyak komponen yang harus bekerja bareng dalam waktu yang hampir bersamaan. Satu saja bermasalah, efeknya bisa berantai ke seluruh penerbangan.

Masalah Mesin Saat Pendakian

Tapi nggak semua berjalan sesuai rencana. Menurut laporan NHK World, saat proses pendakian, salah satu mesin kapal mati. Akibatnya, durasi penerbangan yang awalnya direncanakan 10 jam dipangkas menjadi tiga jam.

Ini bukan detail kecil yang bisa diabaikan. Dalam laporan yang sama, masalah mesin itu disebut masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan SpaceX untuk peluncuran-peluncuran berikutnya.

Buat gue pribadi, justru bagian ini yang paling gamblang nunjukin bahwa eksplorasi antariksa itu kerjaan yang penuh ketidakpastian. Rencana yang sudah disusun rapi bisa berubah dalam hitungan menit begitu ada satu komponen yang bermasalah. Dan dalam kasus ini, perubahan itu langsung memangkas waktu misi dari yang tadinya 10 jam jadi hanya tiga jam.

Kenapa Mencapai Orbit Itu Penting

Mungkin lo bertanya, kenapa sih "sampai orbit" jadi ukuran yang penting banget? Jawabannya sederhana: orbit adalah garis pembatas antara sekadar terbang tinggi dan benar-benar bisa bertahan serta bermanuver di luar angkasa.

Untuk misi yang mau membawa manusia ke Bulan, kemampuan mencapai orbit adalah syarat dasar. Dari titik itu, kendaraan bisa diarahkan lebih jauh, disandarkan di sesuatu, atau dipakai ulang. Itulah kenapa tonggak ini disebut-sebut sebagai langkah pembuka, bukan garis akhir.

Menariknya, laporan NHK World menekankan bahwa penerbangan kali ini dilakukan tanpa awak. Jadi fokusnya memang pada mesin, sistem, dan seluruh rangkaian teknis, bukan pada manusia di dalamnya.

Kenapa SpaceX Kejar Orbit

Alasan SpaceX ngotot banget soal ini ternyata ada kaitannya dengan Bulan. Menurut laporan NHK World, perusahaan itu sedang mengembangkan lunar lander, yaitu kendaraan yang nantinya dipakai untuk mengantar astronaut ke permukaan Bulan.

Program ini berada di bawah payung program eksplorasi Bulan internasional milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA. Program itu dikenal dengan nama Artemis.

Menurut laporan tersebut, Artemis bertujuan mengantar astronaut sampai ke permukaan Bulan pada 2028. Dan untuk mewujudkan tujuan itu, SpaceX mengembangkan sistem peluncuran Starship.

Jadi kalau lo lihat Starship terbang, sebenarnya lo sedang lihat salah satu batu bata besar dari rencana yang jauh lebih ambisius. Bukan cuma soal satu peluncuran, tapi soal fondasi buat misi yang lebih besar lagi di masa depan.

Bukan Cuma SpaceX

Yang menarik, SpaceX nggak sendirian di perlombaan ini. Menurut laporan NHK World, Blue Origin, perusahaan yang dipimpin pendiri Amazon, Jeff Bezos, juga sedang mengembangkan lunar lander untuk program Artemis.

Artinya ada dua pemain besar yang sama-sama mengejar satu tujuan: membuat kendaraan yang bisa membawa manusia mendarat di Bulan. Persaingan seperti ini biasanya bikin semuanya bergerak lebih cepat, walau belum tentu lebih mulus.

Buat gue, adanya dua perusahaan yang berlomba di jalur yang sama juga jadi tanda bahwa target 2028 itu dianggap serius oleh banyak pihak. Bukan cuma satu perusahaan yang berani bertaruh, tapi beberapa sekaligus.

Catatan dari Para Ahli

Di sinilah ceritanya jadi lebih rumit. Menurut laporan yang sama, para ahli menyoroti adanya keterlambatan dalam jadwal pengembangan, plus tantangan teknis yang belum tuntas.

Poin ini penting banget buat lo ingat. Semua keberhasilan yang kelihatan megah di layar itu nggak otomatis berarti semuanya sudah beres. Ada pekerjaan rumah yang masih menumpuk di belakang panggung.

Buat gue, perpaduan antara kabar baik dan catatan kritis ini justru yang bikin ceritanya terasa jujur. SpaceX boleh saja mencetak tonggak baru, tapi jalan menuju Bulan tetap panjang, dan pengingat dari para ahli itu jadi penyeimbang supaya kita nggak cepat puas.

Jadi, Apa Artinya?

Kalau ditarik benang merahnya, penerbangan orbital pertama Starship ini adalah langkah besar sekaligus pengingat bahwa langkah besar selalu punya harga.

Di satu sisi, SpaceX sudah membuktikan bahwa kapal antariksa raksasa mereka bisa sampai ke orbit. Di sisi lain, masalah mesin saat pendakian dan pemangkasan durasi penerbangan menunjukkan bahwa teknologi ini masih dalam tahap belajar.

Yang jelas, menurut laporan NHK World, semuanya bermuara pada satu target besar: mendaratkan manusia di Bulan pada 2028 lewat program Artemis. Buat mencapai itu, setiap peluncuran, termasuk yang ada masalahnya, jadi pelajaran berharga.

Jadi kalau lo ngikutin kabar antariksa, siap-siap saja bakal ada banyak babak baru lagi setelah ini. Karena sejauh ini, cerita Starship belum selesai, dan sepertinya baru mulai.

BACA JUGA