‹ kembali ke daftar#5 / 64
TECH 30/SEP/2026

Blackjaw, Multitool Jepang 10-in-1 yang Rombak Ulang Desain Plier ala Leatherman

Tsuchioto Works dari Tokyo boyong Blackjaw, multitool 10-in-1 berbahan aluminium dan stainless steel. Masih di Kickstarter, kirim mulai Maret 2027.

Multitool Jepang yang Balik ke Desain Plier

Ilustrasi multitool Blackjaw dari Tsuchioto Works dengan finishing hitam matte (kredit: newatlas.com)
Ilustrasi multitool Blackjaw dari Tsuchioto Works dengan finishing hitam matte (kredit: newatlas.com)

Kalau lo pernah main multitool, kemungkinan besar bentuknya plier-based alias berbasis tang. Pola desain itu pertama kali dipopulerkan Leatherman, dan sampai sekarang hampir semua multitool modern masih meniru kerangka yang sama. Rangka tang jadi tulang punggung, sisanya alat-alat kecil yang dilipat masuk ke gagang.

Nah, Tsuchioto Works, sebuah workshop desain dari Tokyo, Jepang, coba main di wilayah yang sudah gemuk itu. Produk barunya bernama Blackjaw. Tsuchioto bilang ini semacam "rethink" atau rombakan ulang dari multitool plier klasik, tapi dengan pendekatan yang lebih rapat dan, katanya, lebih Jepang.

Yang bikin gue tertarik bukan karena ada lampu LED atau buka botol otomatis. Justru sebaliknya, Blackjaw main di detail mekanisme yang biasanya membuat multitool jadi tebal, berat, dan penuh bit yang gampang hilang.

Satu Rangka, Banyak Alat

Poin paling sering dibahas dari Blackjaw adalah jumlah alatnya. Tsuchioto Works mengklaim Blackjaw punya 11 alat di dalam satu rangka. Tapi New Atlas yang mengulas, memangkasnya jadi 10 saja yang benar-benar berfungsi sebagai alat, di luar carabiner. Jadi angka yang beredar bisa beda, tergantung cara ngitungnya. Yang pasti, ini multitool yang padat.

Selain deretan alat itu, Blackjaw juga datang bareng kantong jinjing alias nylon carry pouch, jadi lo bisa bawa dengan aman tanpa takut serpihan atau goresan.

Menariknya, Tsuchioto menyusun alat-alat itu ke dalam beberapa kategori pemakaian. Idenya, tiap skenario punya set alat yang paling relevan. Konsep seperti ini lumayan masuk akal buat lo yang beli multitool bukan buat pajangan, tapi buat dipakai sesuai kebutuhan.

Empat Kategori, Satu Alat

Untuk kategori Camp alias kegiatan luar ruang, ada gergaji dua sisi, bilah pisau, pembuka kaleng, dan pembuka botol.

Di kategori Work atau kerja lapangan, ada pemotong kabel, pengupas kabel, dan tang hidung panjang alias long-nose pliers.

Untuk DIY atau urusan rumahan, ada obeng flat dan obeng Phillips, tang standar, plus gergaji yang sama.

Sedangkan kategori Everyday, alias buat dibawa sehari-hari, menampung bilah pisau, pembuka botol, dan carabiner.

Kalau lo perhatiin, ada alat yang muncul di lebih dari satu kategori, seperti bilah pisau dan gergaji. Ini wajar, karena satu alat memang bisa dipakai di beberapa situasi. Yang perlu dicatat, Tsuchioto membagi alat ke kategori ini sebagai cara baca pemakaian, bukan berarti Blackjaw menduplikasi komponennya.

Tiga Alat Jadi Satu di Rahang Tang

Ini bagian paling gue suka dari konsep Blackjaw. Alih-alih memakas rahang tang jadi satu fungsi saja, Tsuchioto menggabungkan tiga alat dalam satu pivot tunggal.

Di ujung rahang ada tang hidung panjang. Di bagian tengah ada tang standar yang membulat. Di lipatan paling dalam, alias crease terdalam, ada pemotong kabel. Jadi cuma dengan satu mekanisme pivot, lo dapat tiga alat sekaligus yang biasanya harus dipisah jadi beberapa komponen.

Tsuchioto juga menyederhanakan sisi obeng. Blackjaw cuma punya satu obeng Phillips dan satu obeng flat yang terpisah. Nggak ada bit tambahan, nggak ada gaya atau ukuran mata obeng alternatif. Buat sebagian orang ini kekurangan, karena kehilangan fleksibilitas. Tapi buat yang muak kehilangan bit karena lepas, ini justru menenangkan. Semua yang ada di Blackjaw menempel langsung di rangka, jadi nggak ada bagian kecil yang gampang lepas saat lo lagi nggak fokus.

Filosofinya kelihatan jelas: sedikit alat, tapi nggak ada yang hilang, dan semua terpasang kencang ke chassis.

Ukuran dan Bahan

Soal dimensi, Blackjaw lumayan masuk kantong. Saat terlipat atau tertutup, panjangnya 4,2 inci alias sekitar 107 milimeter. Beratnya 7,8 ons alias sekitar 220 gram. Angka ini bikin Blackjaw ada di kelas multitool full size, bukan versi mini yang biasanya jadi gantungan kunci.

Untuk material, Tsuchioto memakai campuran aluminium dan stainless steel. Finishing-nya hitam matte alias doff, jadi kelihatan kalem dan nggak norak. Perpaduan dua material ini biasanya dipilih buat cari keseimbangan antara bobot, kekuatan, dan ketahanan karat. Dari sisi tampilan, warna hitam menyeluruh itu bikin Blackjaw kelihatan seperti alat serius, bukan aksesoris murah.

Klaim Ketahanan

Tsuchioto mengklaim Blackjaw tetap terlihat layak dalam pemakaian jangka panjang. Klaim mereka, setelah enam bulan dipakai rutin, kondisi Blackjaw bakal kelihatan "used rather than ruined" — bekas pakai, bukan rusak. Artinya, alat ini dirancang buat menerima pemakaian nyata, bukan cuma dipakai sesekali biar tetap kinclong.

Tentu ini masih klaim, bukan hasil uji independen. Jadi jangan lo anggap jaminan. Tapi setidaknya nada pemasarannya mengarah ke pemakaian nyata, bukan sekadar pajangan meja kerja.

Masih Crowdfunding, Jangan Buru-buru

Satu hal yang wajib lo catat: Blackjaw ini belum produk yang bisa lo beli di toko. Tsuchioto Works menjalankannya lewat kampanye Kickstarter. Jadi statusnya masih crowdfunding, alias penggalangan dana. Kalau lo mau ikut, lo masuk sebagai pendukung kampanye, bukan pembeli reguler yang bisa minta uang kembali kapan saja.

Soal harga, tier awal di kampanye itu mulai dari 11.000 yen, atau sekitar 70 dolar AS. Ini bukan harga final yang akan berlaku di ritel, dan bisa beda tergantung pledge level di halaman kampanye.

Target dana kampanyenya sendiri dibuka di angka yang tergolong kecil, yaitu 633 dolar AS. Pengiriman alias delivery dijadwalkan mulai Maret 2027. Jarak dari sekarang ini cukup panjang untuk sebuah produk fisik, jadi wajar kalau lo mikir dua kali sebelum ikut.

Buat Lo yang Benci Kehilangan Bit

Menarik nggak? Tergantung lo tipe pemakai yang mana.

Kalau lo suka multitool yang punya obeng lengkap dengan segudang bit dari kecil sampai besar, Blackjaw mungkin terasa minim. Cuma satu Phillips dan satu flat memang nggak bakal menutup semua kebutuhan baut yang aneh.

Tapi kalau lo termasuk orang yang sudah capek mencari bit yang lepas di lantai, atau yang muak multitool jadi tebal karena menyimpan banyak bagian kecil, pendekatan "everything attached to the chassis" ala Blackjaw justru punya daya tarik sendiri. Buat EDC alias everyday carry, alat yang simpel tapi nggak kehilangan komponen bisa jadi pilihan lebih tenang.

Dan buat lo yang suka barang Jepang, desain dari workshop Tokyo ini menambah satu nama lagi ke daftar. Dari sisi fungsi, Blackjaw mencoba mengembalikan multitool ke hal paling dasar: tang yang benar-benar dipakai, bukan sekadar identitas.

Kalau lo penasaran sama detail lengkapnya, langsung cek halaman Kickstarter-nya. Ingat, ini masih kampanye, jadi semua spesifikasi akhir bisa saja bergeser sebelum kiriman datang pada Maret 2027. Pantau dulu, baru putuskan. (Sumber: New Atlas, C.C. Weiss)

BACA JUGA