Tokamak China EXL-50U Tembus 100 Juta Reaksi Fusi Hidrogen-Boron per Detik
Fusi Hidrogen-Boron yang Diklaim Tembus 100 Juta Reaksi per Detik
ENN Group, perusahaan energi bersih asal Hebei, China, bilang reaktor fusi eksperimental mereka, EXL-50U, berhasil memicu lebih dari 100 juta reaksi fusi hidrogen-boron per detik. Pengumuman itu keluar Senin, 28 September 2026. Kalau angka ini tahan diuji dan bisa diulang terus, ini salah satu tonggak paling menarik dalam riset fusi yang pakai bahan bakar non-konvensional.
Yang bikin klaim ini menonjol bukan cuma jumlah reaksinya, tapi siapa yang melakukannya dan pakai bahan bakar apa. EXL-50U adalah tokamak berbentuk torus sferis, atau spherical tokamak, berukuran menengah pertama di China. Perangkat ini dibangun sekitar 2018 sampai 2019. Dan menurut ENN, ini jadi fusi hidrogen-boron pertama yang dicapai sebuah perusahaan fusi komersial di perangkatnya sendiri. Perlu ditegaskan: itu klaim ENN, bukan konsensus komunitas fusi global.
Perlu lo tahu juga, pengumuman ini bukan hasil yang sudah lewat peer review jurnal besar. ENN bilang lebih dari 10 ahli dari lembaga riset dan universitas internasional sudah meninjau datanya, dan pengukuran partikel alfa yang muncul bisa diulang. Artinya masih ada pekerjaan verifikasi independen sebelum dunia fusi menerima angka ini sebagai fakta yang sudah mapan.
Kenapa Hidrogen-Boron Beda dari Deuterium-Tritium
Buat paham kenapa ini penting, lo harus tahu dulu kenapa fusi itu susah.
Cara paling umum yang dikejar banyak proyek fusi saat ini adalah reaksi deuterium-tritium, disingkat D-T. Dua isotop hidrogen itu bertabrakan, menghasilkan helium-4, satu neutron berenergi tinggi, plus energi sekitar 17,6 MeV per reaksi. Secara fisika ini jalur yang paling gampang dinyalakan, makanya proyek raksasa kayak ITER dan EAST memakai pendekatan ini.
Tapi D-T punya masalah yang nyebelin banget. Pertama, tritium itu radioaktif dan jumlahnya langka, jadi harus diproduksi ulang, dan itu mahal. Kedua, neutron cepat yang dihasilkan bakal ngebombardir dinding reaktor, bikin material rusak perlahan dan lama-lama jadi radioaktif sendiri. Jadi reaktor D-T idealnya butuh pelindung dan bahan yang tahan radiasi, dan itu nambah biaya serta rumitnya desain.
Nah, fusi hidrogen-boron, atau sering disebut proton-boron, dia janjiin sesuatu yang beda. Bahan bakarnya hidrogen biasa dan boron-11, yang relatif melimpah di Bumi, murah, dan nggak radioaktif. Reaksinya menghasilkan partikel alfa alias inti helium, dan hampir nggak ada neutron cepat yang jadi produk utama. Kalau benar, artinya reaktor yang lebih bersih, umur material lebih panjang, dan nggak perlu repot urusan tritium.

Harga dari semua kelebihan itu jelas: menyalakan hidrogen-boron jauh lebih sulit. Lo butuh suhu dan kondisi yang lebih ekstrem buat bikin proton menembus tolakan listrik boron. Itu sebabnya riset ke arah sini lebih lambat, dan belum ada satu pun yang mendekati skala pembangkit listrik.
Cara EXL-50U Bikin Proton Nembak Boron
Tim ENN nggak memanaskan plasma sampai ekstrem buat memulai. Mereka pakai kombinasi neutral beam injection, yaitu menyuntikkan berkas atom netral berenergi tinggi, dan gelombang radio frekuensi buat "mengaduk" plasma.
Kuncinya adalah menaikkan proton ke apa yang mereka sebut "first resonance peak", atau puncak resonansi pertama. Di titik itu, proton yang bergerak cepat punya peluang lebih besar buat menabrak inti boron dan memicu reaksi fusi. Dari kondisi itulah mereka melaporkan lebih dari 100 juta reaksi bisa terjadi tiap detik.
Bukti yang mereka tunjukkan adalah pengukuran partikel alfa yang muncul dari reaksi. Mereka bilang pengukuran ini bisa direproduksi, bukan cuma satu kali tembakan yang kebetulan berhasil. Ini poin penting, karena di dunia fusi eksperimental, hasil yang nggak bisa diulang itu nggak terlalu berharga.
Dari Klaim ke Listrik: Jalan yang Masih Jauh
Ini bagian di mana gue nggak mau lo keburu euforia.
Sampai sini, semuanya masih di level eksperimen yang mengukur reaksi di dalam plasma, bukan pembangkit listrik yang menyalurkan daya ke rumah lo. ENN sendiri masih menargetkan kondisi sekitar 100 juta derajat Celsius, atau sekitar 180 juta derajat Fahrenheit, buat eksperimen lanjutan. Jadi pencapaian ini lebih tepat disebut bukti konsep tingkat awal, bukan tanda fusi komersial sudah di depan mata.
Tapi ada satu hal yang bikin hidrogen-boron menarik kalau bicara masa depan: cara panen energinya. Karena sebagian besar hasilnya berupa partikel bermuatan listrik, bukan neutron netral, energi itu bisa diubah langsung jadi listrik. Ini beda dengan reaktor konvensional yang bakar bahan bakar buat memanaskan air, bikin uap, trus memutar turbin. Kalau bisa dilakukan langsung, artinya sistem lebih ringkas dan efisien.
Masalahnya, "kalau bisa" itu masih jauh. Butuh plasma yang stabil dalam waktu lama, pemulihan energi yang benar-benar efisien, dan material yang tahan banting. Belum ada reaktor fusi mana pun di dunia, termasuk yang berbasis D-T, yang sudah menghasilkan listrik bersih dalam skala besar.
ENN dan Ambisi Fusi China
ENN Group bukan pemain kemarin sore di energi. Perusahaan swasta ini memang menggeluti bisnis energi bersih dan sudah lama menaruh duit di riset fusi. Langkah mereka sejalan dengan ambisi China yang makin serius menjajaki fusi sebagai sumber energi masa depan.
Menurut laporan South China Morning Post, China juga baru memulai pembangunan perangkat fusi generasi ketiga bernama Helong-2, dengan upacara peletakan batu pertama awal bulan ini. Helong-2 dibandingkan dengan EAST, perangkat yang sebelumnya sempat mencuri perhatian karena menembus suhu plasma 100 juta derajat Celsius. Tiap-tiap proyek ini punya pendekatan dan target sendiri, tapi polanya jelas: China nggak cuma nonton.
Ketertarikan ini juga nggak cuma terjadi di China. Yang Yuanming, engineer ENN yang memimpin proyek fusi, menyebut perusahaan-perusahaan seperti TAE Technologies asal Amerika Serikat dan Marvel Fusion asal Jerman juga menaruh minat pada jalur hidrogen-boron. Jadi ini bukan jalan buntu, tapi banyak otak serius di beberapa negara berlomba menggarapnya.
Apa Artinya Buat Lo
Kalau lo tanya, "kapan rumah gue bisa dapat listrik dari fusi?" Jawabannya jujur: masih lama, dan hidrogen-boron bukan pintasan yang menyelesaikan semuanya.
Tapi kabar 100 juta reaksi per detik ini tetap layak dicatat. Alasannya, fusi yang biasanya identik dengan deuterium-tritium sekarang punya alternatif yang benar-benar bergerak dari sekadar teori ke eksperimen yang bisa diukur. Selama ini banyak orang menganggap hidrogen-boron itu hampir mustahil buat dijalankan dengan reaktor realistis. ENN bilang mereka bikin angkanya lebih dari sekadar wacana.
Yang harus lo pegang baik-baik: ini klaim tim peneliti, bukan hasil yang sudah disahkan sepenuhnya. Angka 100 juta reaksi per detik itu masuk akal sebagai capaian eksperimen, tapi belum jadi ukuran keunggulan energi, efisiensi, atau biaya. Fusi baru berguna kalau bisa keluar dari lab, dan itu pekerjaan puluhan tahun lagi.
Jadi, buat sekarang, nikmatin saja momennya. Fusi bersih yang bahan bakarnya melimpah dan minim limbah neutron memang jadi target dari banyak proyek besar. Dan ENN baru saja bilang mereka sudah sampai di salah satu puncaknya, walau masih jauh dari garis akhir.