Rehan Malik, lulusan Magister Computer Science with AI dari Northumbria University, sekarang memimpin Coherent 360 Limited—laboratorium yang membangun AI untuk bikin proses produksi film dan TV merespons tantangan logistik sekaligus narasi. Di tengah diskusi kalau AI bakal ambil alih kreator, Malik malah ngebuat dua tool yang berusaha menjembatani manusia dan mesin.

Pertama, ada production management AI yang otomatisasi jadwal, komunikasi antar departemen, budgeting, dan pelaporan, supaya keterlambatan nggak bikin biaya mendadak melonjak. AI ini bisa mbantu tim produksi beradaptasi dengan perubahan lokasi, cuaca, atau ketersediaan kru tanpa harus kirimkan 10 email satu per satu—tapi keputusan akhir tetap di tangan manusia.

Kedua, collaborative AI writing tool bikin versi virtual karakter lengkap dengan kepribadian, emosi, dan latar belakang. Penulis bisa ngobrol dengan avatar itu sebagai mitra kreatif, minta ide plot, atau ngecek konsistensi dialog. Malik menegaskan: AI ini bukan generator skrip otomatis, malah sebaliknya, desainnya buat ngasih spark tanpa ngilangin sentuhan manusia. Dalam disertasinya, laki-laki itu juga ngebahas gimana AI belum paham struktur panjang ala Hero’s Journey, jadi teknologi mesti dipakai buat mendukung proses kreatif, bukan menggantikan intuisi penulis.

Coherent 360 dapat dukungan dari Incubator Hub Northumbria—dari pendampingan bisnis sampai pendanaan dari British Business Bank—plus kurikulum universitas yang ngedukung literasi AI etis. Malik bilang, kalau AI dipakai sembarangan, yang hilang bukan cuma efisiensi, tapi rasa kemanusiaan dalam cerita. Nah, kalau kita lagi diskusi soal AI, bisa ditanya: gimana kita ngajak AI buat kerja bareng, bukan cuma nge-generate? Biar di akhir hari, cerita masih terasa punya jiwa walau ada asisten mesin yang bantu ngatur logistik.

Sumber: Northumbria University Newsroom — “From Netflix to Newcastle: Northumbria graduate uses AI to revolutionise film and TV production” (2 April 2026).