Gempa magnitudo 7,6 mengguncang laut di tenggara Bitung (Sulawesi Utara) dan pesisir Maluku Utara pada pukul 05.48 WIB tadi pagi. Dari sisi pemantauan formal, BMKG mencatat episenter berada di koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT pada kedalaman sekitar 33 km, sementara BNPB menyebut kedalaman awal 62 km—cukup dangkal untuk kategori megathrust yang berarti potensi tsunami tinggi. BBC melaporkan guncangan terasa hebat sampai Manado dan Ternate; warga menjelaskan "jalan aspal sampai bergoyang" dan beberapa bangunan, termasuk GOR KONI Sario, mengalami kerusakan ringan.
Ringkasan cepat:
- Tempo & lokasi: Gempa terjadi di laut, 129 km tenggara Bitung, Sulut, pukul 05:48 WIB. BMKG menyatakan jenisnya adalah megathrust dengan mekanisme sesar naik (thrust).
- Korban & kerusakan awal: BBC mengonfirmasi satu warga Manado meninggal setelah tertimpa reruntuhan, seorang lain terluka di lokasi yang sama; Basarnas Ternate juga mencatat rumah dan gereja mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
- Tsunami & aftershock: BMKG mendeteksi gelombang kecil (0,2–0,75 m) di Bitung, Minahasa Utara, Halmahera Barat, dan wilayah lain; status peringatan dini tsunami berakhir pukul 09:56 WIB setelah 48 gempa susulan (terbesar M5,5) dicatat.
- Wilayah paling terasa: Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo paling merasakan guncangan, mulai intensitas V-VI di Ternate sampai IV-V di Manado.
Warga yang panik dan tim darurat yang cepat bergerak
Warga di Manado dan Bitung menggambarkan gempa kali ini sebagai yang paling kuat dalam beberapa tahun terakhir. Safitri, wartawan BBC yang tinggal di tengah kota, merasakan lemari bergetar, mendengar bunyi seperti "gemuruh", dan memilih keluar sebelum ada tanda kerusakan struktural. Di Bitung, para pasar dan sekolah langsung mengosongkan bangunan karena istrik padam dan BMKG sudah mengeluarkan status siaga; orang tua diminta menjemput anak-anak karena khawatir tsunami.
Rumah sakit juga ikut dalam drama ini. RS Siloam Manado mengevakuasi pasien—terutama yang tinggal di lantai atas—ke area terbuka dan bahkan menggelar perawatan sementara di dalam mobil agar tidak terjebak bila ada aftershock. GOR KONI Sario yang disebut Basarnas rusak akibat gempa menyebabkan seorang warga tertimpa reruntuhan dan meninggal.
BMKG masih memantau: gelombang kecil, 48 aftershock, dan komunikasi resmi
BMKG menyatakan bahwa perubahan muka air laut tercatat di enam lokasi: Halmahera Barat (0,30 m), Bitung (0,20 m), Sidangoli (0,35 m), Minahasa Utara (0,75 m), Belang (0,68 m), dan Bumbulan (0,13 m). Meski relatif kecil, kenaikan itu cukup untuk menyulut kewaspadaan karena mekanisme sesar naik punya potensi tsunami lebih tinggi dibandingkan gempa mendatar.
Seiring peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir (09:56 WIB), BMKG tetap menyebarkan imbauan lewat kanal resmi (Instagram/X/TikTok @InfoBMKG, website bmkg.go.id, Telegram InaTEWS, dan aplikasi WRS). Deputi Geofisika menyebut tiga provinsi di ujung utara Sulawesi dan Maluku (Sulut, Malut, Gorontalo) paling terdampak. BMKG juga mengerahkan tim pemetaan makroseismik dan memasang portable seismograph, sementara seluruh UPT-nya berkoordinasi dengan stakeholder lokal.
Kerusakan lokal, evakuasi, dan pesan untuk warga
Basarnas Ternate mengumpulkan laporan bangunan retak di Pulau Batang Dua, Ternate, serta di Pulau Halmahera Barat dan Selatan. Gereja Kalvari dan sejumlah rumah penduduk mengalami retakan atau dinding ambruk. Di Bitung dan Manado, penilaian kerusakan masih berlangsung oleh BPBD setempat; hingga saat ini kerusakan yang tercatat masih ringan hingga sedang.
Sementara itu, BNPB menghimbau warga pesisir untuk menjauh dari pantai sampai ada pernyataan lanjutan bahwa kondisi aman. Evakuasi ke dataran tinggi menjadi prioritas sementara petugas menaruh perhatian lebih pada sekolah dan fasilitas publik di pesisir. Gelombang susulan masih mungkin terjadi, makanya warga diminta tetap tenang tapi tidak lengah.
Apa yang bisa kamu lakukan sekarang?
1. Periksa bangunan: Pastikan struktur rumah atau kantor tidak menunjukkan retakan besar; bila ragu, keluar dulu sampai tim teknis menyatakan aman.
2. Kendalikan informasi: Dapatkan pembaruan terpercaya dari BMKG (bmkg.go.id/InaTEWS) dan jangan ikut menyebarkan kabar yang belum diverifikasi.
3. Siapkan rencana darurat: Siapkan tas darurat, tahu jalur evakuasi ke dataran tinggi, dan pastikan keluarga punya nomor kontak darurat.
4. Pantau aftershock: Catatan BMKG menunjukkan sudah ada 48 aftershock; gempa susulan bisa datang dalam beberapa jam.
Kita tidak bisa memundurkan gempa, tapi bisa memilih untuk merespons dengan kepala dingin, informasi yang akurat, serta solidaritas ke tetangga dan wilayah terdampak. Bila kamu dekat pantai Sulut atau Malut, tinggalkan area rawan sampai koordinasi BNPB/BMKG mengumumkan aman. Kalau kamu punya pertanyaan tentang evakuasi atau status peringatan dini, kasih tahu supaya aku bantu cek update berikutnya.
Sumber: BMKG (siaran pers dan konferensi 2 April 2026), BNPB, BBC News Indonesia, detik.com.