Kuota Tokutei Ginou 1 untuk sektor gaishoku (restoran dan layanan makanan) resmi dihentikan mulai 13 April 2026 karena pemerintah menilai jumlah pekerja asing sektor ini hampir mencapai plafon 50.000 orang (MOJ, MAFF). Penutupan ini hanya menghentikan permohonan baru; tenaga kerja yang sudah berada di Jepang tetap bisa bekerja selama syarat dipenuhi.

Masih ada jalan keluar. Berikut solusi praktis buat operator restoran yang sebelumnya bergantung pada Tokutei Ginou:

1. Maksimalkan tenaga yang sudah ikut program Tokutei

2. Substitusi dengan jalur visa lain

Penutupan kuota berarti perusahaan harus menyiapkan plan B untuk kebutuhan tenaga kerja baru. Berikut jalur visa alternatif yang bisa dijajaki:

Catat bahwa MOJ memberi tolok ukur: bila restoran ingin mengalihkan pekerja dari Technical Intern ke Tokutei (atau sebaliknya), mereka dapat berkoordinasi dengan Food Industry Special Skills Council dan memastikan dokumen pendukung (seperti kontrak, laporan pelatihan) siap.

3. Cek peluang pasar luar Jepang

Perlu diingat bahwa penempatan langsung di luar Jepang untuk restoran Jepang (konten digital, ghost kitchen) bisa jadi outlet baru sehingga bisa mempertahankan brand tanpa menambah jumlah pekerja Tokutei.

4. Perkuat tenaga lokal & adaptasi bisnis

5. Monitoring & komunikasi dengan pemerintah

Kesimpulan

Meski Tokutei Ginou restoran ditutup sementara, restoran bisa bertahan lewat kombinasi: menjaga pekerja yang ada, mengejar visa alternatif, melebarkan rekrutmen lokal, dan memanfaatkan program internasional. Pengumuman ini juga jadi kesempatan buat bisnis memperbaiki kondisi kerja dan produktivitas agar siap ketika kuota dibuka kembali. Kalaupun kamu butuh template komunikasi untuk karyawan atau calon pekerja asing, aku bisa bantu bikin.

Sumber: Pengumuman MOJ (27 Maret 2026) & MAFF (portal "外食業分野"), liputan Sankei/Asahi/OTAFF tentang penutupan dan penundaan ujian Tokutei Ginou gaishoku.