‹ kembali ke daftar
NOTE 01/OKT/2026

Panduan Lengkap Cara Submit Jurnal ke Sinta Gratis dan Cepat

Panduan langkah demi langkah cara submit jurnal ke Sinta, dari memilih jurnal di portal SINTA sampai artikel lolos review dan terbit.

Kenapa banyak yang mikir submit jurnal itu ribet

Submit jurnal ke Sinta sebenarnya bukan hal yang menakutkan. Banyak orang nunda ngerjain ini karena kebayang prosesnya panjang, padahal begitu tahu alurnya, semua jadi lebih gampang. Jurnal yang terindeks Sinta itu dipakai buat naik jabatan akademik, syarat kelulusan, sampai nilai kredibilitas buat peneliti. Jadi wajar kalau banyak yang ngejar.

Gue mau bahas alur submit jurnal ke Sinta dari awal. Ini rangkuman langkah yang biasa dilewatin penulis, dari cari jurnal sampai artikelnya benar-benar terbit. Nggak ada trik ajaib, karena yang penting di sini cuma urutan langkah dan kesabaran nunggu proses review.

Ilustrasi cara submit jurnal ke Sinta (kredit: sevima.com)
Ilustrasi cara submit jurnal ke Sinta (kredit: sevima.com)

Langkah 1: Masuk ke portal SINTA dan pilih jurnal

Langkah pertama, buka laman SINTA di sinta.kemendikbud.go.id. Di situ terdaftar banyak jurnal yang sudah terakreditasi. Tinggal pilih jurnal yang sesuai dengan bidang ilmunya.

  1. Kunjungi sinta.kemendikbud.go.id lewat browser.
  2. Pilih menu jurnal, lalu cari jurnal yang cocok dengan topik riset.
  3. Perhatikan peringkatnya, mulai dari Sinta 1 sampai Sinta 6.
  4. Sesuaikan target dengan kebutuhan, makin tinggi peringkatnya biasanya makin ketat seleksinya.

Nggak harus langsung ngejar Sinta 1 kok. Kalau baru mulai, jurnal dengan peringkat menengah tetap bagus buat latihan dan bikin rekam jejak. Yang penting jurnalnya benar-benar terakreditasi dan sesuai bidang.

Langkah 2: Cek pedoman di website jurnal

Setelah nemu jurnal yang pas, jangan buru-buru daftar. Masuk dulu ke website jurnal tersebut dan baca tiga hal penting ini.

  1. Focus and Scope — pastikan topik artikel masuk ke cakupan jurnal. Kalau nggak nyambung, bakal langsung ditolak.
  2. Author Guideline — pedoman penulisan, mulai dari format, gaya sitasi, sampai jumlah kata. Ini wajib diikuti.
  3. Author Fee — biaya publikasi. Ada jurnal yang memberlakukan gratis, ada juga yang mematok biaya sekitar Rp 500.000 sampai Rp 2.500.000.

Soal biaya, jangan kaget. Banyak jurnal memang gratis, tapi sebagian narik biaya buat proses publikasi. Baca baik-baik di bagian author fee sebelum lanjut, biar nggak kaget di tengah jalan.

Langkah 3: Daftar akun penulis

Kalau jurnalnya sudah cocok, waktunya bikin akun. Hampir semua jurnal pakai sistem Open Journal Systems, jadi alurnya mirip-mirip.

  1. Cari tombol register atau daftar di website jurnalnya.
  2. Isi daftar akun penulis dengan data yang benar.
  3. Isi nama lengkap sesuai identitas resmi.
  4. Isi afiliasi atau institusi asal.
  5. Isi negara domisili.
  6. Masukkan email aktif yang sering dipakai.

Satu tips, pakai email institusi kalau punya. Email kampus atau lembaga riset bikin kesan lebih kredibel di mata editor dibanding email pribadi. Setelah daftar, biasanya diminta verifikasi lewat email, jadi pastikan inbox-nya bisa diakses.

Langkah 4: Submit artikel sesuai pedoman

Ini bagian intinya. Sebelum unggah, pastikan naskah sudah sesuai Author Guideline. Banyak submission gagal bukan karena risetnya jelek, tapi karena formatnya nggak beres.

  1. Login ke akun penulis yang tadi dibuat.
  2. Masuk ke menu submission atau new submission.
  3. Ikuti setiap tahap submission yang diminta sistem.
  4. Isi metadata artikel, seperti judul, abstrak, dan kata kunci.
  5. Lengkapi data penulis dan co-author kalau ada.
  6. Unggah file naskah sesuai format yang diminta.
  7. Cek ulang semua isian, jangan sampai ada yang kosong.
  8. Klik tombol submit atau kirim untuk mengirim artikel.

Jangan lupa cek lagi file yang diunggah. Kadang ada jurnal yang minta naskah tanpa identitas penulis buat keperluan blind review. Baca pedomannya biar nggak salah unggah.

Langkah 5: Ikuti proses review dan publikasi

Setelah dikirim, artikel masuk ke meja editor. Ini tahap yang butuh sabar. Editor bakal ngecek kelengkapan dulu, lalu meneruskan ke reviewer yang sesuai bidangnya.

  1. Editor memeriksa kelengkapan dan kesesuaian naskah.
  2. Artikel dikirim ke reviewer buat ditinjau secara peer review.
  3. Hasil review bisa berupa diterima, ditolak, atau diminta revisi.
  4. Kalau diminta revisi, perbaiki sesuai catatan reviewer.
  5. Unggah ulang naskah revisi lewat sistem.
  6. Tunggu keputusan akhir dari editor.
  7. Kalau diterima, artikel lanjut ke proses penerbitan.

Review bisa makan waktu berhari-hari sampai berbulan-bulan, tergantung jurnal dan antreannya. Kalau statusnya minta revisi, itu kabar baik kok. Artinya artikel masih punya peluang, tinggal dibenahi sesuai masukan.

Dokumen yang sebaiknya disiapkan dulu

Biar prosesnya lancar, siapkan bahan-bahannya sebelum mulai submit. Jangan sampai baru nyari file pas di tengah proses pengisian.

  1. Naskah final yang sudah sesuai format jurnal.
  2. Abstrak dan kata kunci yang sudah jadi.
  3. Data lengkap semua penulis, termasuk afiliasi dan email.
  4. Surat pernyataan keaslian kalau jurnal memintanya.
  5. File pendukung lain yang diminta di Author Guideline.

Kalau semua sudah ada di satu folder, proses submission bakal jauh lebih cepat dan nggak bikin panik.

Hal yang bikin submission sering ditolak

Dari pengalaman banyak penulis, beberapa kesalahan ini paling sering muncul. Gue rangkum biar bisa dihindari dari awal.

  1. Topik nggak sesuai cakupan jurnal.
  2. Format nggak mengikuti Author Guideline.
  3. File yang diunggah salah atau nggak lengkap.
  4. Metadata diisi asal-asalan.
  5. Email yang didaftarkan nggak aktif.

Semua ini sebenarnya bisa dicegah dengan teliti di langkah awal. Luangkan waktu buat baca pedoman sampai paham, bukan sekadar skimming.

Penutup

Submit jurnal ke Sinta itu soal ketelitian dan kesabaran, bukan keberuntungan. Pilih jurnal yang tepat, ikuti pedomannya, isi semua data dengan benar, lalu tunggu proses review dengan sabar. Kalau ditolak, jangan langsung nyerah, karena banyak yang akhirnya lolos setelah memperbaiki naskah. Yang paling penting, jangan nunda-nunda, karena makin lama ditunda, makin panjang pula antrean yang harus dilalui.

BACA JUGA

ARTIKEL TERBARU