Pada peringatan International Fact-Checking Day ke-10, Euronews mengingatkan bahwa disinformasi berbasis AI sudah menyebar dari perang AS-Iran sampai pemilu Hungary. Studi PNAS Nexus terhadap 27.000 orang dari 27 negara UE menunjukkan hampir setengah responden menilai headline AI "sebagian besar" atau "sangat" nyata—bahkan lebih tinggi daripada headline buatan manusia. Solusinya: kenali tanda-tandanya.
Perhatikan tanda visual
AI generasi pertama sering memunculkan manusia dengan terlalu banyak jari, suara yang tidak sinkron, atau benda yang tiba-tiba lenyap. Walau sekarang lebih halus, GIJN menyarankan untuk mengecek ketidakkonsistenan (mobil yang muncul lalu menghilang), kilap berlebihan pada wajah, atau tekstur kulit yang tak realistis. Pertanyakan apakah sosok tersebut terlihat terlalu layak majalah untuk setting yang diperagakan (misal konflik, pengungsi, dll.).Kerja lapangan digital
Jika gambar/video mencurigakan, lakukan reverse image search (Google Lens, TinEye) untuk menemukan waktu & konteks pertama kali muncul. Pemeriksa juga bisa mengecek watermark atau metadata—misal SynthID di output Google Gemini—agar mengetahui apakah konten tersebut menyertai jejak perangkat AI.Ikuti jejak para ahli
Ikuti media dan organisasi seperti EFCSN, EDMO, atau EUvsDisinfo yang secara berkala memublikasikan tren disinformasi AI. Database of Known Fakes (kolaborasi jurnalis & fact-checker) juga bisa menunjukkan apakah konten sudah pernah dibantah. Ini berguna karena mereka punya pendekatan teknis lebih maju.Pakai alat bantu AI dengan hati-hati
Ada beberapa alat pendeteksi AI (Winston AI untuk gambar, TruthScan, Originality AI untuk teks), tapi akurasinya masih diperdebatkan. Beberapa platform juga menanam watermark yang bisa di-scan, walau mudah dihilangkan, sehingga ketiadaan watermark bukan jaminan keaslian.Perlambat dan refleksikan
Jangan buru-buru share. Ambil waktu, baca komentar lain, dan perhatikan apakah reaksi emosional orang lain sudah menyingkap kejanggalan. Kita tidak selalu bisa memastikan keaslian konten AI, tapi tetap waspada membantu menghindari penyebaran hoax.Sumber: Euronews Next — "International Fact-Checking Day: How to spot AI-generated disinformation" (2 April 2026).