Dalam wawancara yang dikutip CCN pada 2 April 2026, David Minarsch (CEO Valory dan pendiri Olas) menyampaikan pesan tegas: "Kita harus bergerak menuju kepemilikan agen AI, bukan menyewakannya selamanya." Dia menjelaskan bahwa model bisnis sewa mengaburkan kontrol, menyulitkan audit, dan menjadikan pengguna bergantung pada kebijakan platform besar. Minarsch bergabung dengan Titus Capilnean dalam diskusi untuk mengeksplorasi apa arti kepemilikan nyata di era AI dan perangkat lunak yang dipersonalisasi.

Valory selama ini mendukung gagasan agen AI "co-owned" lewat Olas dan Pearl: pengguna memiliki model, logika, dan ekonomi agen mereka sendiri, sehingga dapat menetapkan aturan, berinvestasi, dan mengklaim pendapatan dari tindakan agen tanpa perlu menjadi karyawan platform besar. Pernyataan Minarsch sekarang menyambung argumen yang sebelumnya pernah dipaparkan di CoinDesk (via Outposts) — bahwa pendekatan self-custody ala kripto bisa diterapkan pada agen AI sehingga hal-hal penting tidak diserahkan pada rental agent yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Minarsch juga menyebutkan bahwa pendekatan ini akan membantu menjaga trust serta transparansi ketika agen ditugaskan pada fungsi yang sensitif (keuangan, hukum, atau koordinasi tim). Valory membayangkan masa depan di mana komunitas punya kendali penuh atas agen mereka, sementara platform tetap menawarkan infrastruktur pendukung — suatu transisi dari ekosistem software berlangganan ke ruang digital yang benar-benar dimiliki pengguna.

Sumber: CCN — "Users Should Own Their AI Agents, Not Rent Them," interview with David Minarsch (2 April 2026); CoinDesk via Outposts — "Your AI Has Trust Issues" (1 May 2025) for historical context on user-owned agents.