Pemerintah Jepang (Kementerian Kehakiman dan Kementerian Pertanian) mengumumkan bahwa kuota Tokutei Ginou kategori "gaishoku" (restoran/layanan makanan) sudah menembus batas 50.000 orang dan oleh karena itu semua permohonan baru akan dihentikan mulai 13 April 2026. Keputusan itu termuat dalam pengumuman resmi Kementerian Kehakiman (MOJ) dan disitir lagi di portal lain seperti situs Kementerian Pertanian (MAFF) agar pemilik restoran dan calon pekerja memahami aturan mainnya.
Apa yang berubah sejak 13 April?
1. Permohonan Certificate of Eligibility (COE) yang diterima per 13 April dinyatakan tidak diterbitkan sementara, sehingga kandidat baru dengan status Tokutei Ginou 1 tidak lagi bisa masuk lewat jalur tersebut. MOJ menyatakan permohonan yang diajukan sebelum 13 April tetap diproses sebagaimana biasa, tapi jumlah COE yang bisa diberikan tetap dibatasi agar tidak melebihi kuota 50.000 orang.
2. Permohonan perubahan status visa (misalnya dari Technical Intern Training atau kegiatan khusus) juga tidak dikabulkan jika diterima setelah 13 April, kecuali untuk kasus tertentu: transfer antara perusahaan restoran yang sudah memegang Tokutei Ginou 1, atau calon yang sudah tergabung dalam program Tokutei Ginou Transition (perubahan dari Technical Intern dalam makanan & layanan kesehatan). MOJ menjelaskan bahwa pengecualian ini hanya diproses jika masih ada ruang dalam kuota dan bahkan bisa diarahkan ke status lain bila angka sudah melebihi batas.
3. Pendaftaran ujian Tokutei Ginou 1 sektor restoran juga dihentikan sementara, karena penerimaan dihentikan. Instruksi ini dikeluarkan OTAFF (organizer ujian) dan diumumkan via situs resmi mereka serta dukungan dari asosiasi makanan. (Source: MOJ "03_00001" announcement + OTAFF news di situs resmi.)
Kenapa pemerintah mengambil langkah ini?
Menurut pemberitaan Sankei dan Asahi, jumlah Tokutei Ginou sektor restoran melonjak dari sekitar 13.000 orang pada akhir 2023 menjadi 46.000 orang per Februari 2026, dan proyeksi dari pemerintah menunjukkan angka ini akan melewati 50.000 orang pada bulan Mei. Kebijakan plafon dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan antara solusi tenaga kerja asing dan perlindungan pasar tenaga kerja domestik. Untuk sektor lain seperti manufaktur atau perawatan, kuota belum terpenuhi, tapi sektor restoran tercatat paling cepat mencapai batas karena tren ekspansi waralaba dan kebutuhan layanan cepat saji setelah pandemi.
MAFF menjelaskan pula bahwa walau jumlah Tokutei Ginou di restoran terus naik, kontribusinya terhadap total tenaga kerja restoran masih sekitar 1%. Meski begitu, pemerintah ingin mendorong restoran memperbaiki kondisi kerja, meningkatkan produktivitas, dan memaksimalkan pelibatan tenaga lokal sebelum membuka pintu kembali bagi tenaga asing.
Apa artinya bagi pemilik restoran dan calon pekerja?
- Rekrutmen baru untuk Tokutei Ginou restoran tidak bisa dilakukan sampai ada pengumuman baru. Pelamar yang sudah memegang COE dan akan datang sebelum batas praktis (permohonan diajukan sebelum 13 April) tetap bisa diproses.
- Restoran tetap bisa menampung pekerja Tokutei Ginou 1 yang sudah di Jepang, termasuk ketika mereka berpindah perusahaan atau mengajukan perpanjangan. MOJ menjamin pergeseran internal tetap dilayani, asal jumlah total belum melebihi batas.
- Perusahaan didorong mempertimbangkan jalur lain: misalnya memanfaatkan visa Technical Intern Training, visa Engineer/Specialist in Humanities, atau memperkuat tim lokal melalui pelatihan. Dukungan pemerintah juga membuka jalur konsultasi gratis lewat hotline MAFF-JTB.
- Calon pekerja asing harus memantau update: beberapa autoritas maupun lembaga konsultan seperti Office Tree atau K-M-T menyebut bahwa penerimaan bisa dibuka kembali bila sektor lain melepas slotnya, tapi belum ada tanggal pasti.
Apa yang bisa dilakukan sekarang?
1. Cek status permohonan — baik pengusaha maupun calon pekerja bisa mengecek apakah aplikasi mereka diterima sebelum 13 April. Jika sudah disetujui, proses masuk tetap berjalan.
2. Mintalah dukungan asosiasi — asosiasi seperti Food Industry Special Skills Council (MAFF) tetap memberi panduan dan akan merilis FAQ untuk detil lebih lanjut tentang penghentian ini.
3. Evaluasi lini bisnis — restoran bisa memikirkan optimasi jam operasional, paket delivery, atau segmentasi pemasaran, supaya saat slot Tokutei Ginou terbuka kembali, mereka tidak lagi tergantung pada tenaga asing sebagai satu-satunya alternatif.
4. Pantau pembaruan resmi — MOJ dan MAFF menyediakan dokumen PDF dan pengumuman berkala; simpan link dan subscribe newsletter jika tersedia.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa walaupun Jepang masih butuh tenaga kerja asing, pemerintah bersikap hati-hati agar pertumbuhan tidak berujung pada ketergantungan yang mengorbankan perbaikan kondisi kerja lokal. Buat kamu yang sedang mempersiapkan restoran baru atau sedang mencari tenaga kerja, ini saatnya fokus pada kepemimpinan manusia dan diversifikasi sumber daya manusia sambil menunggu kapan kuota Tokutei Ginou restoran bisa dibuka lagi.
Sumber: Pengumuman resmi MOJ 27 Maret 2026 (https://www.moj.go.jp/isa/applications/ssw/03_00001.html), portal MAFF (https://www.maff.go.jp/j/shokusan/gaisyoku/gaikokujinzai.html), liputan Asahi dan Sankei (mar. 2026).